Bid’ah Cinta, Saat Cinta Menyatukan Perbedaan Pandangan Agama

Bid’ah Cinta, Saat Cinta Menyatukan Perbedaan Pandangan Agama

bidah-cinta-saat-cinta-menyatukan-perbedaan-pandangan-agamaAkhir-akhir ini, istilah bid’ah sangat familiar terdengar di telinga kita. Ya, bid”ah adalah suatu pembuatan atau tindakan yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Istilah bid’ah itu sendiri masih multi tafsir di kalangan umat Islam. Ada yang menganggap bahwa semua bid’ah adalah tindakan yang harus dihindari, namun ada pula yang beranggapan bahwa bid’ah tersebut tidak melulu harus berkonotasi negatif. Akhirnya, timbul perbedaan di kalangan umat Islam itu sendiri.

Berangkat dari fenomena tersebut, Sutradara Nurman Hakim kemudian mengangkatnya ke dalam sebuah film berjudul “Bid’ah Cinta”. Film bergenre religi ini diharapkan mampu memberi pesan positif bahwa perbedaan akan tetap menjadi indah bila mengedepankan cinta, toleransi, dan saling menghargai.

“Cinta itu mampu menyatukan segala perbedaan, agama, ras, suku. Perbedaan itu rahmat, dan kita bisa menghargai perbedaan itu,” ucap Nurman dalam konferensi pers film “Bid’ah Cinta”, di Guitar Freaks, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Jumat (7/10).

Nurman mengatakan, film ini tidak bermaksud untuk memojokkan satu kelompok tertentu. Lewat film ini, dirinya ingin mencoba mengangkat fenomena bid’ah yang kerap menjadi polemik di masyarakat, ke dalam sebuah film yang dikemas secara asyik dan menghibur.

“Kami coba tampilkan secara balance. Nanti biar penonton yang menilai. Kamimemotret masyarakat urban tentang Islam di Indonesia, khususnya Jakarta,” ucap Sutraradara yang dikenal lewat film “3 Doa 3 Cinta” ini.

Film ini dibintangi oleh sederet artis yang cukup berpengalaman, di antaranya Ayushita, Dimas Aditya, Ibnu Jamil, Alex Abbad, Tanta Ginting, Jajang C. Noer dan Ronny P. Tjandra. Film berdurasi 128 menit ini mengisahkan tentang sosok Kamal (Dimas aditya) yang jatuh cinta terhadap Khalida (Ayushita). Kisah cinta mereka terhalang oleh doa restu kedua keluarga. Pasalnya, keluarga masing-masing memiliki pandangan yang saling bertolak belakang terhadap praktik-praktik keislaman, seperti Perayaan Maulid Nabi, Malam Nisyfu Sya’ban, qunut dan tahlilan. Polemik karena perbedaan pandangan tentang praktik keislaman itulah yang menjadi drama yang sangat menarik untuk disimak dalam film ini.

author

Author: